Langsung ke konten utama

Kelebihan Dan Keutamaan Shalat Berjamaah

Shalat merupakan rukun islam yang keduasetelah syahadat. bagi orang islam yang sudah baligh maka wajib untuk menunaikan sholat. Wajib artinya berdosa apabila ditinggalkan. Jadi dimana pun anda berada dan bagaimana pun keadaan anda sholat tetap wajib dikerjakan kalau tidak mampu untuk berdiri maka boleh duduk, kalau tidak mampu untuk duduk maka boleh berbaring, kalau juga tidak mampu untuk berbaring maka boleh dengan menggunakan isyarah mata, yang intinya sholat tetap dilaksanakan.
Dalam melaksanakan sholat tentunya kita ingin mengharapkan pahala yang lebih. Nah Allah memberi bermacam cara kepada kita untuk bisa memperoleh pahala yang lebih banyak. Salah satunya yaitu dengan mengerjakan sholat berjamaah. Banyak orang yang sholat tetapi jarang orang yang berjamaah. Karena mereka tidak tahu kelebihan yang luar biasa bagi orang yang mau sholat berjamaah. Seandainya mereka tahu sungguh tidak pernah lewat satupun waktu untuk sholat berjamaah. Nah apakah kelebihan sholat berjamaah? Berikut penjelasannya;
Hukum Dan Perintah Shalat Berjamaah
Sebagaimana firman Allah dalam al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 43 :
Dari ayat diatas mayoritas ulama menyimpulkan bahwa maksud dari suruhan ruku’ bersama orang-orang yang rukuk adalah suruhan supaya sholat-sholat fardhu itu dilakukan secara berjamaah. Walaupun Allah tidak mewajibkan sholat berjamaah tetapi sangat dianjurkan untuk melakukannya secara berjamaah, makanya Allah memberikan pahala yang sangat besar kepada orang yang mau berjamaah.
Berdasarkan ayat tersebut dapat disimpulkan bahwa Hukum sholat berjamaah adalah sunnah muakkad yaitu sunnah yang sangat-sangat dikuatkan. Rasulullah SAW selama hidupnya sebagai Rasul belum pernah meninggalkan sholat berjamaah dimesjid meskipun beliau dalam keadaan sakit. Oleh karena itu, kita sebagai ummat Nabi Muhammad SAW wajib mencontoh prilaku Rasulullah SAW untuk selalu melaksanakan sholat berjamaah.
Kelebihan Dan Keutamaan Sholat Berjamaah
Shalat berjamaah memiliki keutamaan dibanding dengan sholat sendirian, dengan selisih 27 derajat. Kemudian orang yang menunggu shalat di masjid juga akan mendapat pahala dan do’a dari para malaikat. Dan begitu juga ketika seseorang keluar dari rumahnya berjalan menuju masjid, itu pun sudah dihitung pahalanya. Hal ini sesuai dengan hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah::
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Shalat seseorang dengan berjama’ah lebih banyak pahalanya daripada shalat sendirian di pasar atau di rumahnya, yaitu selisih 20 sekian derajat. Sebab, seseorang yang telah menyempurnakan wudhunya kemudian pergi ke masjid dengan tujuan untuk shalat, tiap ia melangkah satu langkah maka diangkatkan baginya satu derajat dan dihapuskan satu dosanya, sampai ia masuk masjid. Apabila ia berada dalam masjid, ia dianggap mengerjakan shalat selama ia menunggu hingga shalat dilaksanakan. Para malaikat lalu mendo’akan orang yang senantiasa di tempat ia shalat, “Ya Allah, kasihanilah dia, ampunilah dosa-dosanya, terimalah taubatnya.” Hal itu selama ia tidak berbuat kejelekan dan tidak berhadats.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Dalam hadis lain menyebutkan:
Dari Ubay bin Ka’b ia berkata, “Rasulullah SAW melaksanakan shalat subuh, selesai shalat beliau bertanya: “Apakah ada yang melihat fulan?” para sahabat terdiam, lalu mereka menjawab, “Ya.” Dan sahabat tersebut tidak hadir. Kemudian beliau bersabda: “Sesungguhnya shalat yang paling berat bagi orang-orang munafik adalah sholat Insya’ dan subuh, seandainya mereka mengetahui keutamaan yang ada dalam dua sholat tersebut, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak.
Saf (barisan) pertama adalah seperti safnya para Malaikat, seandainya kalian mengetahui keutamaannya, niscaya kalian akan bersegera menyongsongnya. Sungguh, sholatnya seseorang bersama dua orang adalah lebih baik ketimbang dengan satu orang, dan sholatnya seseorang dengan seorang adalah lebih baik dari ia solat sendirian, semakin banyak jumlahnya akan lebih dicintai oleh Allah SWT.” (HR. Ahmad).


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Salah Paham tentang Tawakal dan Takdir

Sebagian orang berpendapat, jika telah ditakdirkan terjadi maka semuanya pasti terjadi, baik seseorang berdo’a ataupun tidak. Sebaliknya, jika telah ditakdirkan tidak terjadi, segala sesuatu tidak akan terjadi, baik ia memohon ataupun tidak. Orang yang pendapatnya seperti itu mengira pendapatnya benar secara mutlak, sehingga ia tak mau berdo’a sama sekali. Ia senantiasa berkata, “tidak ada guna nya saya berdo’a”. Jika pendapat ini diikuti, ia akan melemahkan semua usaha. Untuk mengoreksi sikap seperti ini, kita bisa mengatakan, “jika kenyang itu telah ditakdirkan dan pasti terjadi, engkau makan atau tidak makan.. pasti kenyang. Demikian pula sebaliknya, jika semua hal telah ditakdirkan tidak akan terjadi maka gerak kehidupan ini tidak berkembang. Manusia tidak perlu menikah, berkeluarga, dan sebagainya”. Yang benar, sesuatu ditakdirkan dengan berbagai sebab. Dan salah satu dari sebab itu adalah do’a. segala sesuatu yang ditakdirkan tidak lepas dari sebab-sebabnya oleh karena itu j...

Keutamaan Sholat

SHALAT MEMILIKI SEKIAN BANYAK KEUTAMAAN, DI ANTARANYA: Dengan shalat, Allâh akan meninggikan derajat dan menghapuskan kesalahan Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Tsaubân Radhiyallahu anhu : عَلَيْكَ بِكَثْرَةِ السُّجُوْدِ لِلهِ ، فَإِنَّكَ لَا تَسْجُدُ لِلهِ إِلَّا رَفَعَكَ اللهُ بِهَا دَرَجَةً وَحَطَّ عَنْكَ بِهَا خَطِيْئَةً. “Engkau harus memperbanyak sujud (shalat).Sesungguhnya engkau tidak bersujud sekali saja kepada Allâh, kecuali dengan sujud itu Allâh akan mengangkatmu satu derajat dan menghapuskan satu kesalahan darimu.”[1] Shalat menjadi salah satu sebab masuk Surga sekaligus menjadi teman Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam Dari Rabi’ah bin Ka’ab al-Aslami Radhiyallahu anhu , ia bercerita, “Aku pernah bermalam bersama Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu aku membawakan air wudhu’ dan keperluan Beliau. Beliau pun bersabda kepadaku, ‘Mintalah!’ Maka saya katakan, ‘Aku minta agar aku bisa menemanimu di surga.’ Beliau Shallallahu ‘a...

ANCAMAN BAGI YANG MENINGGALKAN SHALAT BERJAMAAH

Sebagaimana ALLAH SWT telah menjanjikan berbagai nikmat kepada mereka yang menunaikan perintah-perintah-NYA, ALLAH SWT juga mengancam dengan murka-NYA kepada mereka yang mengabaikan perintah-perintah-NYA. Mestinya seorang hamba hanya menerima teguran atas kekeliruannya ( karena sifat seorang hamba ialah mentaati perintah bukan mengabaikan perintah ) lalu apa arti kenikmatan bagi seorang hamba ? dan jika seorang hamba dihukum karena melanggar aturan-NYA ,sebesar apapun adzab yang ditimpakan kepadanya itu sudah pada tempatnya, sebab adakah dosa yang lebih besar daripada mengingkari perintah tuannya. Mestinya tidak perlu ada peringatan dan teguran secara khusus terlebih dahulu, tetapi karena kasih sayang ALLAH SWT dan Rasul-NYA kepada kita, dengan berbagai cara mereka telah mengingatkan kerugian yang akan menimpa kita. Dari Ibnu Abbas r.huma, Rasulullah saw bersabda ,” barangsiapa mendengar adzan dan tidak memenuhinya tanpa ada udzur yang menghalanginya maka shalat yang dikerjakannya...