Langsung ke konten utama

INDAHNYA BERDAGANG DENGAN MENGHARAP RIDHO ALLAH

SEORANG lelaki tua dengan baju lusuhnya masuk ke sebuah toko megah ... 
Dari baju'nya,, terlihat lelaki tua itu adalah seorang fakir ...

Para pengunjung di toko tersebut yang mayoritas adalah orang² berada (borjuis),, mereka rata-rata melihat dengan pandangan aneh kepada lelaki tua tersebut ... 
Tetapi tidak dengan sang pemilik toko ...

”Mau cari apa pak ???” Tanya pemilik toko dengan ramah ...

”Anu … 
Saya mau beli selimut enam helai untuk saya dan anak istri saya,, tapi …” Jawab'nya ragu ...

”Tapi kenapa pak ???”

“Saya hanya punya uang 100 riyal ... 
Apa cukup untuk membeli enam helai selimut ??? 
Tak perlu bagus,, yang penting bisa untuk melindungi tubuh dari hawa dingin" ...
Ucap lelaki tua tersebut ...

”Oh tentu cukup pak ... 
Saya punya selimut bagus dari Turki ... Harga'nya cuma 20 riyal saja,, kalau bapak membeli 5 saya kasih bonus 1 helai" ...
Jawab sang pemilik toko sigap ... 

Lega,, wajah lelaki tua itu bersinar cerah ... 
Ia menyodorkan uang 100 riyal,, lalu membawa pulang selimut yang dibeli'nya ...

Seorang teman pemilik toko yang sedari tadi melihat dan mendengar percakapan tersebut kemudian bertanya pada pemilik toko ...

”Tidak salah ??? 
Kau bilang selimut itu yang paling bagus dan mahal yang ada di toko'mu ini ... 
Kemarin kau jual kepada'ku 450 riyal ...
Sekarang kau jual kepada lelaki tua itu 20 riyal ???” Protes'nya heran ...

”Benar ... 
Memang harga selimut itu 450 riyal dan aku menjual'nya padamu tidak kurang dan tidak lebih ...
Tetapi kemarin aku berdagang dengan manusia ... 
Sekarang aku berdagang dengan Mengharap ridho Allah ﷻ" ... Ucap sang pemilik toko dengan tenang ...

“Demi Allah ﷻ ...
Sesungguh'nya aku tidak menginginkan uang'nya sedikitpun ... 
Tapi aku ingin menjaga harga diri lelaki tua tersebut agar dia seolah tidak sedang menerima sedekah dariku hingga bisa membuatnya malu” ... 
Sambung'nya ...

Menghela nafas sejenak,, sambung'nya kembali ...
“Demi Allah ﷻ ...
Aku hanya ingin lelaki tua itu dan keluarga'nya terhindar dari cuaca musim dingin yang sebentar lagi datang ... 
Dan aku pun berharap Allah ﷻ ... menghindarkan'ku dan keluargaku dari panas'nya api neraka” ...

Sungguh,, diperlukan SENI dan TRIK dalam beramal dan BERSEDEKAH agar membuat hati orang lain senang dan bahagia tanpa merasa malu atau rendah ...

Allah ﷻ berfirman :

اِنَّ اللّٰهَ اشْتَرٰى مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ اَنْفُسَهُمْ وَاَمْوَالَهُمْ بِاَنَّ لَهُمُ الْجَــنَّةَ 

"Sesungguhnya Allah ﷻ Membeli dari orang-orang mukmin,, baik diri maupun harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka" ... (QS. At-Taubah : 111)

Rasulullah ﷺ bersabda :

وَأَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللهِ سُرُورٌ تُدْخِلُهُ عَلَى مُسْلِم

"Dan amal perbuatan yang paling dicintai Allah adalah menggembirakan seorang muslim" ... (HR. Thabrani di dalam al-Mu’jam al-Kabir, no. 13646).

#SEMOGA_KITA_BISA
#Aamiiin

سُبْحَانَ اللَّهِ ، وَالْحَمْدُ لِلَّه ، وَلاَ اِلهَ إِلاَّ اللَّه ، وَاللَّهُ أَكْبَر .
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّـدِنَا مُحَمَّدْ


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keutamaan Akal Dan Keistimewaanya

Akal adalah nikmat paling agung pengaruhnya setelah nikmat iman. Semua bukti dan fakta menjadi saksi, bahwa wahyu Allâh Azza wa Jalla dan akal manusia adalah selaras dan serasi. Banyak nash syar’i yang menunjukkan keharusan menggunakan akal untuk bertafakkur, dalam rangka untuk mengenal Allâh Azza wa Jalla dan mentauhidkan-Nya dengan menunaikan konsekuensinya. Tidak akan sempurna agama seseorang sampai akalnya sempurna. Akal tanpa agama akan sesat, dan beragama tanpa akal adalah tangga menuju pemahaman yang salah dan perilaku buruk. Dan seringkali itu mencoreng wajah Islam yang murni! Al-Hasan al-Bashri rahimahullah bila diberitahukan tentang seseorang yang shalih, ia akan bertanya, “Bagaimana akalnya? Agama seorang hamba tidak akan sempurna sama sekali hingga akalnya sempurna.” Apa yang diucapkan al-Hasan al-Bashri rahimahullah bisa kita kembalikan pada firman Allâh Azza wa Jalla : وَيَجْعَلُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لَا يَعْقِلُونَ Dan Allâh menimpakan adzab kepada ...

Profil Dimas Febrian

S Selamat datang, Di blog saya yg cukup sederhana ini. Silahkan mampir di akun medsos saya untuk menambah silahturahmi : Fb Klik Di Sini   Terima kasih sudah mampir. Salam Sukses Dimas Febrian

Membersihkan Hati Dari fitnah

MEMBERSIHKAN HATI DARI FITNAH SYAHWAT DAN FITNAH SYUBHAT Dari Hudzaifah Radhiyallahu anhu, ia berkata: Aku mendengar Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : تُـعْـرَضُ الْـفِـتَـنُ عَلَـى الْـقُـلُـوْبِ كَالْـحَصِيْـرِ عُـوْدًا عُوْدًا ، فَـأَيُّ قَـلْبٍ أُشْرِبَـهَا نُـكِتَ فِـيْـهِ نُـكْـتَـةٌ سَوْدَاءُ ، وَأَيُّ قَـلْبٍ أَنْـكَـرَهَا نُـكِتَ فِـيْـهِ نُـكْتَـةٌ بَيْضَاءُ ، حَتَّىٰ تَصِيْـرَ عَلَـىٰ قَـلْبَيْـنِ : عَلَـىٰ أَبْـيَـضَ مِثْـلِ الصَّفَا ، فَـلَا تَـضُرُّهُ فِـتْـنَـةٌ مَـا دَامَتِ السَّمٰـوَاتُ وَالْأَرْضُ ، وَالْآخَرُ أَسْوَدُ مُـرْبَادًّا ، كَالْكُوْزِ مُـجَخِّـيًا : لَا يَعْرِفُ مَعْرُوْفًـا وَلَا يُـنْـكِرُ مُنْكَـرًا ، إِلَّا مَا أُشْرِبَ مِنْ هَوَاهُ. Fitnah-fitnah menempel dalam lubuk hati manusia sedikit demi sedikit bagaikan tenunan sehelai tikar. Hati yang menerimanya, niscaya timbul bercak (noktah) hitam, sedangkan hati yang mengingkarinya (menolak fitnah tersebut), niscaya akan tetap putih (cemerlang). Sehingga hati menjadi dua : yait...