Langsung ke konten utama

Mental seorang Pebisnis

Anda Boleh Meminta-minta Tapi...
Dalam beberapa tulisan saya sering kali menekankan jangan pernah meminta-minta karena itu mentalnya orang susah, melarat, miskin, dan ga punya ke percayaaan diri untuk kaya.
Dan meminta-minta akan mengundang alam semesta untuk meng-amin-kan kemiskinan Anda.
Tapi saya pribadi sering sebenarnya meminta-minta, tapi bukan sama manusia. Saya sering meminta-minta kepada Tuhan, karena bukti diri ini tidak bisa apa-apa tanpa kuasa-Nya.
Kita mau minta apa saja Tuhan bisa kasih kok, saya pun merasakan hal yang luar biasa karena saya meminta dan pasrah pada Tuhan. Bukan pada manusia!
Makanya saya selalu optimis dan positif bisa membesarkan bisnis dan melewati tantangan yang ada, karena saya percaya Tuhan maha besar. Sayangnya diluaran sana masih banyak orang pesimis yang selalu berkata: 
"ah ga mungkin gw bisa kaya"
"gw nyerah sama kesulitan hidup ini"
"udah terlahir miskin mah pasti miskin aja gue"

See? Mereka mengkerdilkan Tuhan, seolah apa yang dicapai dan diraihnya cuma berdasar dari dirinya sendiri. 
Saat Anda berkata begitu maka Tuhan akan mengabulkan doa Anda jadi orang susah seumur hidup! hehehe... mau emangnya? 
Kalo ga mau, mulai sekarang ubah pola pikir saat menghadapi masalah. Karena Tuhan maha besar, cukup berusaha semampunya dan hasilnya serahkan pada Tuhan. 
Saat kita berkata "bisa" maka alam semesta akan membantu untuk bisa, saat berkata "tidak bisa" maka alam semesta pun akan membantu Anda untuk tidak akan bisa. 
So, 
hati-hati dengan kata dan doa Anda.

Salam sukses


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keutamaan Akal Dan Keistimewaanya

Akal adalah nikmat paling agung pengaruhnya setelah nikmat iman. Semua bukti dan fakta menjadi saksi, bahwa wahyu Allâh Azza wa Jalla dan akal manusia adalah selaras dan serasi. Banyak nash syar’i yang menunjukkan keharusan menggunakan akal untuk bertafakkur, dalam rangka untuk mengenal Allâh Azza wa Jalla dan mentauhidkan-Nya dengan menunaikan konsekuensinya. Tidak akan sempurna agama seseorang sampai akalnya sempurna. Akal tanpa agama akan sesat, dan beragama tanpa akal adalah tangga menuju pemahaman yang salah dan perilaku buruk. Dan seringkali itu mencoreng wajah Islam yang murni! Al-Hasan al-Bashri rahimahullah bila diberitahukan tentang seseorang yang shalih, ia akan bertanya, “Bagaimana akalnya? Agama seorang hamba tidak akan sempurna sama sekali hingga akalnya sempurna.” Apa yang diucapkan al-Hasan al-Bashri rahimahullah bisa kita kembalikan pada firman Allâh Azza wa Jalla : وَيَجْعَلُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لَا يَعْقِلُونَ Dan Allâh menimpakan adzab kepada ...

Profil Dimas Febrian

S Selamat datang, Di blog saya yg cukup sederhana ini. Silahkan mampir di akun medsos saya untuk menambah silahturahmi : Fb Klik Di Sini   Terima kasih sudah mampir. Salam Sukses Dimas Febrian

Membersihkan Hati Dari fitnah

MEMBERSIHKAN HATI DARI FITNAH SYAHWAT DAN FITNAH SYUBHAT Dari Hudzaifah Radhiyallahu anhu, ia berkata: Aku mendengar Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : تُـعْـرَضُ الْـفِـتَـنُ عَلَـى الْـقُـلُـوْبِ كَالْـحَصِيْـرِ عُـوْدًا عُوْدًا ، فَـأَيُّ قَـلْبٍ أُشْرِبَـهَا نُـكِتَ فِـيْـهِ نُـكْـتَـةٌ سَوْدَاءُ ، وَأَيُّ قَـلْبٍ أَنْـكَـرَهَا نُـكِتَ فِـيْـهِ نُـكْتَـةٌ بَيْضَاءُ ، حَتَّىٰ تَصِيْـرَ عَلَـىٰ قَـلْبَيْـنِ : عَلَـىٰ أَبْـيَـضَ مِثْـلِ الصَّفَا ، فَـلَا تَـضُرُّهُ فِـتْـنَـةٌ مَـا دَامَتِ السَّمٰـوَاتُ وَالْأَرْضُ ، وَالْآخَرُ أَسْوَدُ مُـرْبَادًّا ، كَالْكُوْزِ مُـجَخِّـيًا : لَا يَعْرِفُ مَعْرُوْفًـا وَلَا يُـنْـكِرُ مُنْكَـرًا ، إِلَّا مَا أُشْرِبَ مِنْ هَوَاهُ. Fitnah-fitnah menempel dalam lubuk hati manusia sedikit demi sedikit bagaikan tenunan sehelai tikar. Hati yang menerimanya, niscaya timbul bercak (noktah) hitam, sedangkan hati yang mengingkarinya (menolak fitnah tersebut), niscaya akan tetap putih (cemerlang). Sehingga hati menjadi dua : yait...