Langsung ke konten utama

Tertipu dunia, lalai kehidupan akhirat

Hakikat dunia adalah negeri yang sementara, bukan negeri keabadian. Jika kita memanfaatkan dunia dan menyibukkannya dengan ketaatan kepada Allah Ta’ala, maka kita akan memetik hasilnya di akhirat kelak. Adapun jika kita menyibukkannya dengan syahwat, maka kita akan merugi, baik di dunia, apalagi di akhirat.
Orang-orang yang menyibukkan dunia dengan sesuatu yang akan bermanfaat untuknya kelak di sisi Allah Ta’ala, mereka adalah orang-orang yang beruntung, baik di dunia dan di akhirat. Ia beruntung di dunia karena menyibukkan diri dalam amal kebaikan. Ia beruntung di akhirat karena telah membekali diri dengan berbagai amal shalih.
Allah Taala berfirman,
“Maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdaya kamu.” (QS. Luqman: 33)
Dalam ayat ini, Allah Ta’ala melarang kita untuk terperdaya dengan kehidupan dunia. Dia tertipu dengan dunia, sehingga sia-sialah waktunya, terluput dari berbagai amal shalih, karena dunia ini hanyalah permainan dan senda gurau belaka.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rahasia di balik pentingnya shalat shubuh

"JIKA HIDUP SERING SUSAH, LIHATLAH SHOLAT SHUBUHMU" Waktu saya dalam kesusahan hidup, pernah kadang terbersit "Ya ALLAH, kan saya sudah melakukan semuanya, Sholat sudah, ngaji sudah, sedekah sudah kok tetap saja ada masalah???" Begitulah kita, kalo boleh demo dengan ALLAH, mungkin kita juga pernah merasakan. Ternyata kesusahan yang ALLAH hadirkan tadi karena ALLAH SAYANG dan akan memberikan HADIAH. Apa hadiahnya??? ILMU lah hadiahnya. Kalau tidak diingatkan saya tidak akan memikirkannya. Dari situlah saya coba cari tahu, apa yang salah? Saya mulai 'tafakur...' dari sekian... kesalahan dan dosa yang dilakukan, baik yang benar-benar dosa maupun dosa yang dilakukan saat ibadah. Yang mencolok adalah ketika saya sadar sholat subuh saya sering terlambat. Berawal dari guru saya cerita, beliau juga pernah babak belur waktu muda dan setelah dicek karena sholat subuhnya asal-asalan. Sehingga ketika saya diskusi ke beliau, beliau mulai dengan ...

Menjadi Orang Yang Paling Baik Di Hadapan ALLAH

Dari Utsman r.a. Rasulullah s.a.w. bersabda , “sebaik-baiknya kamu adalah orang yang belajar al Qur’an dan mengajarkannya.” (Hr. Bukhari, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasai, Ibnu Majah) Dalam sebagian besar kitab, hadis diriwayatkan dengan menunggukan huruf wa (artinya dan) , sebagaimana terjemahan di atas. Dengan merujuk terjemahan di atas, maka keutamaan itu diperuntukkan bagi orang yang belajar al Qur’an dan mengajarkannya kepada orang lain. Namun dalam beberap kitab lainnya, hadits itu diriwayatkan dengan menggunakan huruf aw (artinya ataw), sehingga terjemahanya adalah, “Yang terbaik di antara kamu ialah orang yang belajar Al-Quraan saja ataw yang mengajarkan alquraan saja.” Dengan demikian, maka keduanya mendapatkan derajat keutamaan yang sama. Al Qur’an adalah inti agama. Menjaga dan menyebarkan sama dengan menegakan agama. Karenanya sangat jelas keutamaan mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya, walaupun bentuknya berbeda-beda. Yang paling sempurna adalah mempelajarinya, d...

REZEKI DAN MAUT ITU MENGEJAR KITA

Kalau rizki itu diukur dari kerja keras..maka kuli bangunan lah yg akan cepat kaya_ Jika rizki itu ditentukan dari waktu kerja maka warung kopi 24 jam lah yg akan lbh mendapatkanya.._ bahkan mungkin mampu mengalahkah KFC dan Mc. DONALD Jika rizki itu milik orang pintar .maka dosen yg bergelar panjang yg akan lbh kaya... Jika rizki itu karena jabatan maka presiden dan rajalah orang yg akan menduduki 100 orang terkaya di dunia.. Rizki itu karena kasih sayang Allah.. Mengejar rizki..jangan mengejar jumlahnya.... Tetapi berkahnya "_( Ali bin Abi Thalib )_ *MESKIPUN LARI,RIZKIMU AKAN TETAP MENGEJARMU* “Kalaulah anak Adam lari dari rezekinya (untuk menjalankan perintah Allah) sebagaimana ia lari dari kematian, niscaya rezekinya akan mengejarnya sebagaimana kematian itu akan mengejarnya.” (HR Ibnu Hibban No. 1084) Miskin kaya sudah ada yang mengaturnya. ABDURRAHMAN BIN AUF SELALU GAGAL JADI ORANG MISKIN Jika tiba-tiba kondisi ekonomi "down", saya selalu...