Langsung ke konten utama

Ancaman dan Celaan bagi Orang yang Meninggalkan Sholat - Hadist 3 & 4

Hadist 3 Artinya :

Dari Abdullah bin Amr r.a., dari Rasulullah saw. Bahwa pada suatu hari beliau bercerita mengenai shalat. Beliau bersabda, “Barangsiapa menjaga shalatnya, maka shalat akan menjadi cahaya, pembela dan penyelamat baginya pada hari kiamat; dan barangsiapa tidak menjaganya, maka tidak akan ada cahaya, pembela dan penyelamat baginya. Serta pada hari kiamat ia akan dikumpulkan bersama Fir'aun, Haman, dan Ubay bin Khalaf. (Hr. Ibnu Hibban dan Thabrani)

Hadist 4 Artinya :

Ibnu Abbas r.a. berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa mengumpulkan dua shalat tanpa udzur, sungguh ia telah mendatangi satu pintu dari pintu-pintu dosa besar. (HR Hakim – At Targhib) Ali r.a. Berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Janganlah menunda-nunda tiga perkara, yaitu: 1) shalat apabila telah datang waktunya; 2) jenazah apabila telah siap urxuk dikuburkan; 3) wanita yang belum nikah apabila pasangannya telah ditemukan.”

Banyak sekali orang yang menganggap dirinya ahli agama dan menganggap dirinya disiplin dalam shalat, padahal dengan alasan yang ringan saja, seperti perjalanan, toko, atau pulang kerja, dia mengqadha shalatnya dengan dikerjakan di rumah masing-masing. Melaksanakan shalat tidak pada waktunya tanpa alasan sakit dan sebagainya adalah suatu perbuatan dosa besar. Walaupun dosanya tidak seperti meninggalkan shalat, namun shalat tidak tepat waktu juga telah mendekati perbuatan dosa besar.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Salah Paham tentang Tawakal dan Takdir

Sebagian orang berpendapat, jika telah ditakdirkan terjadi maka semuanya pasti terjadi, baik seseorang berdo’a ataupun tidak. Sebaliknya, jika telah ditakdirkan tidak terjadi, segala sesuatu tidak akan terjadi, baik ia memohon ataupun tidak. Orang yang pendapatnya seperti itu mengira pendapatnya benar secara mutlak, sehingga ia tak mau berdo’a sama sekali. Ia senantiasa berkata, “tidak ada guna nya saya berdo’a”. Jika pendapat ini diikuti, ia akan melemahkan semua usaha. Untuk mengoreksi sikap seperti ini, kita bisa mengatakan, “jika kenyang itu telah ditakdirkan dan pasti terjadi, engkau makan atau tidak makan.. pasti kenyang. Demikian pula sebaliknya, jika semua hal telah ditakdirkan tidak akan terjadi maka gerak kehidupan ini tidak berkembang. Manusia tidak perlu menikah, berkeluarga, dan sebagainya”. Yang benar, sesuatu ditakdirkan dengan berbagai sebab. Dan salah satu dari sebab itu adalah do’a. segala sesuatu yang ditakdirkan tidak lepas dari sebab-sebabnya oleh karena itu j...

Keutamaan Sholat

SHALAT MEMILIKI SEKIAN BANYAK KEUTAMAAN, DI ANTARANYA: Dengan shalat, Allâh akan meninggikan derajat dan menghapuskan kesalahan Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Tsaubân Radhiyallahu anhu : عَلَيْكَ بِكَثْرَةِ السُّجُوْدِ لِلهِ ، فَإِنَّكَ لَا تَسْجُدُ لِلهِ إِلَّا رَفَعَكَ اللهُ بِهَا دَرَجَةً وَحَطَّ عَنْكَ بِهَا خَطِيْئَةً. “Engkau harus memperbanyak sujud (shalat).Sesungguhnya engkau tidak bersujud sekali saja kepada Allâh, kecuali dengan sujud itu Allâh akan mengangkatmu satu derajat dan menghapuskan satu kesalahan darimu.”[1] Shalat menjadi salah satu sebab masuk Surga sekaligus menjadi teman Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam Dari Rabi’ah bin Ka’ab al-Aslami Radhiyallahu anhu , ia bercerita, “Aku pernah bermalam bersama Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu aku membawakan air wudhu’ dan keperluan Beliau. Beliau pun bersabda kepadaku, ‘Mintalah!’ Maka saya katakan, ‘Aku minta agar aku bisa menemanimu di surga.’ Beliau Shallallahu ‘a...

ANCAMAN BAGI YANG MENINGGALKAN SHALAT BERJAMAAH

Sebagaimana ALLAH SWT telah menjanjikan berbagai nikmat kepada mereka yang menunaikan perintah-perintah-NYA, ALLAH SWT juga mengancam dengan murka-NYA kepada mereka yang mengabaikan perintah-perintah-NYA. Mestinya seorang hamba hanya menerima teguran atas kekeliruannya ( karena sifat seorang hamba ialah mentaati perintah bukan mengabaikan perintah ) lalu apa arti kenikmatan bagi seorang hamba ? dan jika seorang hamba dihukum karena melanggar aturan-NYA ,sebesar apapun adzab yang ditimpakan kepadanya itu sudah pada tempatnya, sebab adakah dosa yang lebih besar daripada mengingkari perintah tuannya. Mestinya tidak perlu ada peringatan dan teguran secara khusus terlebih dahulu, tetapi karena kasih sayang ALLAH SWT dan Rasul-NYA kepada kita, dengan berbagai cara mereka telah mengingatkan kerugian yang akan menimpa kita. Dari Ibnu Abbas r.huma, Rasulullah saw bersabda ,” barangsiapa mendengar adzan dan tidak memenuhinya tanpa ada udzur yang menghalanginya maka shalat yang dikerjakannya...